PERHIMPUNAN AHLUL HALLI WAL 'AQDI DUNIA

جمعيّة اهل الحلّ و العقد العالميّة

World Organization Of Disentangle And Bindings Experts

Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu (1427H/2010 M): Penyatuan Hati (Tansiqul Qalbi) Menuju Konsolidasi Global

Pendahuluan

Palembang, Sumatera Selatan – Sebagai tahapan lanjutan dari program dakwah yang terstruktur, Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu diselenggarakan di Asrama Haji Sumatera Selatan, Palembang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 21–25 Muharram 1432 H (27–31 Desember 2010 M).

Mudzakarah 1427H/2010 M ini merupakan program kelanjutan dari Mudzakarah Ulama Se-Sumatera (1422H/2006 M), di bawah inisiasi Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS (YPD AKUIS).

Fokus Utama: Mewujudkan Penyatuan Hati (Tansiqul Qalbi)

Tujuan utama dari Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu adalah memproses penggalangan penyatuan hati (Tansiqul Qalbi) di antara para ulama yang berada di wilayah Rumpun Melayu. Hal ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesamaan visi dan gerak langkah dakwah yang terstruktur.

Ilham Sejarah Penyebaran Islam

Pengembangan wilayah Rumpun Melayu diilhami oleh faktor sejarah penyebaran Islam dari Pulau Sumatera. Dalam sejarah, wilayah ini pernah menjadi pusat mudzakarah ulama untuk menyusun strategi menghadapi kolonialisme, yaitu Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu tahun 1072 H/1650 M.

Mudzakarah historis tersebut menghasilkan keputusan penting, di antaranya “Tujuh Tutuk Sembilan Gilir”, yang merupakan strategi pengkaderan dan persiapan Muslimin (Mukminin) di Rumpun Melayu untuk bangkit melawan penjajah Eropa. Dengan demikian, Mudzakarah 2010 M menjadi langkah modern untuk menghidupkan kembali semangat Tansiqul Qalbi ulama regional yang pernah terjadi di masa lalu.

Jembatan Menuju Mudzakarah Tingkat Dunia

Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu 1432 H/2010 M melahirkan kesepakatan krusial: para ulama peserta mendukung rencana pelaksanaan Mudzakarah Ulama Tingkat Dunia (MUTD).

Kesepakatan besar ini mendorong pembentukan Dewan Perancang dan Panitia Persiapan Mudzakarah Ulama (DP3MU) yang bertugas merancang dan mempersiapkan MUTD. Dalam struktur penting ini, Muhammad Bardan Kindarto mengemban amanah sebagai Imamul A’dhom, sosok yang memimpin arah strategis persiapan tersebut.

Perjalanan panjang ini pada akhirnya memuncak dengan penetapan keabsahan Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA) pada tahun 2016 M.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *