Esensi Keanggotaan 313 AHWA: Perpaduan Kualitas Ulu Baqiyah dan I’tibar Ahlul Badar
Esensi keanggotaan Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA) didasarkan pada perpaduan antara nilai kualitatif keimanan (Ulu Baqiyah) dan nilai kuantitatif historis (313) untuk menegaskan kesiapan dan keseriusan dalam menjalankan misi keumatan global.
I. Landasan Kuantitatif: I’tibar Angka 313
Keanggotaan AHWA direncanakan berjumlah 313 orang ulama, zuama, dan cendekiawan muslim, yang tersebar di Kepengurusan Majelis Utama (13 Ulama) dan 20 Dewan-dewan (300 Ulama). Angka ini diambil sebagai i’tibar (teladan) dari tiga aspek historis-keimanan:
- Jumlah Rasul yang Diutus: Mengacu pada jumlah keseluruhan Rasul yang diutus Allah SWT ke permukaan bumi (sebagaimana dinyatakan dalam Hadits Shahih riwayat Imam Ahmad). Ini melambangkan tugas AHWA sebagai pengemban amanah risalah Din Al-Islam secara global.
- Ahlul Badar: Jumlah sahabat Rasulullah SAW yang ikut serta pada Perang Badar. Hal ini menegaskan keseriusan, ketegasan, dan kesiapan AHWA untuk menghadapi tantangan dakwah meski dalam jumlah kecil, meneladani kekuatan keyakinan Pasukan Badar.
- Sahabat Thalut: Jumlah sahabat Thalut yang ikut menyeberangi sungai saat menghadapi Jalut. Ini menegaskan komitmen dan keteguhan hati para anggota dalam mengambil keputusan strategis di tengah kesulitan.
II. Landasan Kualitatif: Ulu Baqiyah (QS Hud, 11:116)
Meskipun jumlahnya bersifat simbolis (313), kriteria pengisian keanggotaan bersifat mutlak dan kualitatif. Anggota AHWA wajib tergolong “Ulu Baqiyah”.
Ulu Baqiyah dalam konteks AHWA didefinisikan sebagai Al-‘Ulama yang:
- Hatinya dipersatukan oleh Allah SWT karena pemahaman mendalam mereka terhadap kebenaran (Al-Haq).
- Terdiri dari “Ulama Intelektual” (Ahlu Dzikr dan Al-‘Alimun, menguasai dalil dan berwawasan global) dan “Intelektual Ulama” (cendekiawan berjiwa keulamaan).
Dengan demikian, esensi 313 di AHWA adalah: Komitmen penuh dan kesiapan juang (I’tibar 313) yang dijalankan hanya oleh individu-individu pilihan yang memiliki kualitas keimanan dan intelektual tertinggi (Ulu Baqiyah). Ini menjamin bahwa misi keumatan global dijalankan oleh kelompok inti yang teruji dan terkoordinasi secara hakiki.


No responses yet