Sosialisasi Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi Dunia Menuju Mudzakarah Ke-9
Dunia Islam hari ini tidak hanya membutuhkan retorika, tetapi memerlukan langkah konkret dalam rangka penyatuan hati (tansiqul-qalbi). Semangat inilah yang menjadi motor dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Sosialisasi Ahlul Halli Wal Aqdi pada Senin, 30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M. Bertempat di lingkungan asri Masjid Al-Ikhlas, Villa Delima Barat II, Jakarta Selatan. Pertemuan yang dipimpin oleh Ustadz Budi Sartomo ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam menjalankan mandat Mudzakarah Ulama Tingkat Dunia (MUTD).
Perjalanan Ahlul Halli Wal Aqdi memiliki landasan yang kuat. Berpijak pada kesepakatan tahun 2016, setiap anggota AHWA memikul amanah untuk mensosialisasikan eksistensi lembaga secara luas. Momentum ini semakin diperkuat dengan hasil Musyawarah Majelis Utama 1447 H yang telah merumuskan rancangan teknis menuju perhelatan besar: Mudzakarah Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi Dunia Ke-9 Tahun 1447 H yang insyaallah dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah mendatang.
Kegiatan yang berlangsung dari fajar hingga siang hari tersebut mempertemukan tim dengan dua sosok ulama yang memiliki pengaruh di bidangnya masing-masing.
- Ustadz Drs. Hasan Basri Rahman
Diawali dengan diskusi hangat bersama Ustadz Drs. Hasan Basri Rahman (Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ukhuwah Muslimin, Gowa). Beliau memberikan catatan penting yang patut kita sadari bersama: bahwa penyatuan pandangan ‘ulama harus dimulai dari akar rumput (lokal) sebelum melompat ke skala global. Beliau menegaskan bahwa kekuatan umat Islam terletak pada sinkronisasi visi dari tingkat bawah. Kabar baiknya, beliau mengonfirmasi kesediaan untuk hadir dalam Mudzakarah nanti bila tidak berhalangan.
- Ustadz Ahmad Kainama
Agenda berlanjut dengan menghadiri kajian Kristologi oleh Ustadz Ahmad Kainama di Masjid Al-Ikhlas. Sebagai ulama nasional dengan jangkauan internasional, pandangan beliau terhadap Ahlul Halli Wal Aqdi sangatlah strategis. Beliau melihat bahwa “Kapal (al-Fulk)” ini bukan sekadar organisasi, melainkan instrumen untuk penguatan ukhuwah global. Secara khusus, beliau menyatakan kesediaan untuk menjadi narasumber pada tema yang sangat krusial: “Mudzakarah perihal Millah Ibrahim atas Pewarisan Ahli Kitab” (QS Ali Imran: 68). Dengan latar belakang beliau sebagai ahli kristologi, kehadiran beliau nanti diharapkan mampu memberikan perspektif mendalam agar para ‘ulama sadar bahwa Islam adalah satu-satunya Ad-Dien yang Allah Ridhai (Qs Ali Imran : 19, 85), Rasulullah Muhammad adalah utusan terakhir untuk seluruh umat manusia (Qs Al-Ahzab : 40), dan Al-Quran adalah penyempurna Kitab-Kitab terdahulu (Qs Al-Maidah : 48, Qs Al-Baqarah : 106).
Diharapkan forum Mudzakarah Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi Dunia mendatang akan menjadi momentum besar bagi persatuan ‘ulama, zu’ama, dan intelektual muslim dalam memberikan pencerahan kepada dunia mengenai jati diri Islam yang sebenarnya.



No responses yet